Generasi Pantang Mundur

By November 7, 2016 Blog, INFO No Comments

               Tidak hanya sebagai negara kepulauan tapi Indonesia juga dikenal negara maritim dengan semua yang terkandung di dalamnya seakan tidak akan pernah habis untuk dinikmati anak cucu kita. Begitu banyak kekayaan di laut Indonesia yang mampu menjadi investasi di masa depan tapi bukan itu menjadi catatan kita kali ini….. Tapi investasi keberanian dan ketangguhan nenek moyang kita mengarungi lautan yang maha luas itu menggoda imajinasiku. Nenek moyangku orang pelaut Gemar mengarung luas samudra Menerjang ombak tiada takut Menempuh badai sudah biasa Sepenggal bait lagu tersebut tampaknya sudah biasa kita dengar. Dari lagu itu kita dapat membayangkan bahwa kita memiliki nenek moyang pelaut, yang gagah dan pemberani. Indonesia memang dikenal sebagai bangsa maritim, paling tidak karena sejak zaman dahulu penduduk di kepulauan nusantara ini dikenal sebagi pelaut dan juga karena wilayah laut Indonesia lebih luas dibandingkan wilayah daratannya.

            Apa yang nenek moyang kita pakai dan apa yang mereka miliki sehingga bisa menelaah dunia laut yang pada masa itu merupakan dunia yang penuh misteri dan begitu ganas nya?. Jangan membayangkan dulu kapal-kapal besar nan megah seperti yang ada di film-film Barat semacam pirates of caribean atau film-film bertema kelautan sejenisnya. Tapi hanya menggunakan perahu kecil sederhana. Tapi berkat keahlian dari para pelaut kita. Pelaut kita berhasil mengarungi samudra lautan tanpa menggunakan peralatan-peralatan yang canggih. Keberanian dan ketangguhan itu, mereka buktikan jauh sebelum Columbus menyeberangi Samudra Atlantik dan menemukan benua baru (Amerika) pada tahun 1492 atau Fasco da Gama pada tahun 1498 yang mulai menjelajahi dunia Timur . Para pelaut Indonesia biasa menggunakan perahu yang tak bisa dikatakan besar. Sebagai penyeimbang, mereka memakai cadik, baik yang ganda maupun yang tunggal. Bahkan kapal-kapal bercadik tunggal tak hanya untuk pelayaran antarpulau di Indonesia, tetapi untuk berlayar ke India dan Madagaskar. Dalam pelayarannya ke Timur, para pedagang-pelaut Nusantara di zaman bahari bisa mencapai Hawai dan selandia Baru yang berjarak lebih dari 2.000 mil. Betapa gagah beraninya para pendahulu kita, haruskah menjadi penerus yang mudah menyerah ?

           Sekali gagal langsung menyerah, tidak ada lagi semangat untuk bangun dan kembali berjuang. Kita yang ingin sukses, tak ada kata mundur, tak akan pernah takut yang ada hanya mental pantang menyerah. Pandangan tentang orang Indonesia yang mudah menyerah tidak sepenuhnya benar. Karakter asli orang Indonesia itu justru pantang menyerah, bermental baja, memiliki semangat berapi-api. Nenek moyang Nusantara berlayar mengarungi samudra, menaklukkan dunia. Nenek moyang kita juga terkenal ulet, sebagai bangsa agraris mampu . menghasilkan aneka tanaman yang tidak ditemukan di belahan dunia manapun. Pantang menyerah, ulet, berdaya juang tinggi karakter orang-orang Nusantara. Tetapi tiba-tiba generasi sekarang lebih dikenal sebagai generasi lembek. Generasi yang mudah menyerah. Tak punya daya juang, tidak punya semangat yang membara. Ada banyak alasan mengapa anak–anak sekarang lebih mudah menyerah daripada bertahan. Jawabannya karena menyerah itu cara yang paling mudah saat seseorang merasa tidak mampu mengahadapi berbagai kesulitan. Tentu kita pernah mendengar istilah winner never quit and quitter never win. Dari istilah tersebut, dapat dimaknai bahwa seorang pemenang memiliki sikap mental yang tidak mudah menyerah sekalipun keadaan dan situasi yang dihadapinya begitu sulit. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa kemenangan bukan berarti tidak adanya kesulitan melainkan bagaimana mengalahkan kesulitan-kesulitan tersebut. Orang yang kalah seringkali sudah menyerah dulu saat menghadapi tantangan, bahkan ada juga yang menyerah sebelum ia mengalami kegagalan karena ia tidak pernah berani mencobanya. Mental seorang pemenang adalah mengakhiri apa yang sudah ia mulai dan pantang untuk berhenti di tengah jalan.

About Gendowor

Leave a Reply